masalah vagina

Masalah Vagina Yang Sering Diremehkan Wanita

Apakah Anda memiliki masalah pada vagina Anda? Jika iya, coba cek bagaimana keseharian Anda. Tanpa wanita sadari, beberapa kebiasaan sehari-hari dapat mengganggu kesehatan vagina.

Namun, kebanyakan wanita kepekaan dan pengetahuannya kurang akan kewanitaannya sendiri. Hal itulah yang membuat mereka tak sengaja mengabaikan kesehatan vaginanya. Terkadang juga wanita malu untuk membahas kondisi vaginanya dengan dokter sekalipun.

Walau begitu, membahas vagina sendiri perlu dilakukan agar tahu bagaimana kondisi vagina Anda, apakah normal atau memiliki masalah. Jangan sampai menunggu masalah pada vagina Anda bertambah buruk, terjadi infeksi bahkan kemandulan.

Berikut beberapa masalah pada vagina yang sering diabaikan oleh wanita :

1. Benjolan di sekitar vagina
Jika Anda merasa adanya benjolan di sekitar vulva dan daerah vagina, cobalah atasi dengan membasuhnya menggunakan air hangat. Jika benjolan tak kunjung mengempis setelah langkah tersebut, segera periksakan ke dokter karena kondisi tersebut bisa mengarah ke masalah penyakit kanker.

2. Varises
Varises ternyata tak hanya menyerang daerah kaki. Vagina juga dapat mengalami varises tepatnya dibagian vulva. Kondisi ini biasanya terjadi pada wanita hamil yang memiliki kebiasaan berdiri terlalu lama.

3. Vagina kering
Sebagian wanita memiliki vagina yang terasa kering. Hal ini biasanya dialami oleh perempuan yang memasuki masa menopause. Namun beberapa hal juga dapat menjadi pemicu vagina kering seperti obat-obatan, faktor hormonal dan stres.

4. Bau tak sedap
Daerah kewanitaan yang berbau tak sedap tentu sangat mengganggu, terutama pada wanita yang telah memiliki pasangan. Kondisi ini biasa terjadi karena adanya ketidakseimbangan pH dalam tubuh yang memicu bakteri berkumpul dan mengeluarkan bau tak sedap yang khas.

5. Nyeri di area vagina
Jika Anda pernah mengalami rasa nyeri yang hebat saat berhubungan intim, waspadailah penyakit endometriosis. Jangan abaikan gangguan pada vagina dan segera konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

6. Gatal di sekitar vagina
Vagina yang kerap terasa gatal biasanya disebabkan oleh infeksi jamur. Beberapa kebiasaan seperti mengonsumsi antibiotik dan menggunakan celana dalam yang lembab, mampu memicu pertumbuhan jamur disekitar vagina. Efek adanya jamur tersebut membuat vagina terasa gatal.

 

Nah, selain 6 hal diatas, ada juga beberapa kebiasaan yang dapat membuat vagina berjamur. Apa saja?

1. Mencuci vagina dengan kasar
Membasuh vagina merupakan hal yang penting. Basuh vagina dengan air bersih dan kurangi penggunaan sabun sekalipun itu sabun khusus untuk daerah kewanitaan.
Hal yang perlu diingat, ketika membasuh vagina, jangan menggosoknya terlalu keras. Hal tersebut dapat menyebabkan iritasi dan inflamasi pada jaringan vagina.

2. Menggunakan pantyliners
Penggunaan pantyliners berbahan sinteti setiap hari sering dilakukan oleh wanita. Hal itu dikarenakan wanita tidak ingin merasa terganggu oleh cairan atau keputihan.
Namun, terus menerus menggunakan pantyliners dapat menyebabkan iritasi pada vagina. Iritasi itu disebabkan karena adanya senyawa sintetis pada pantyliners yang berbahaya.

3. Tidak mengganti pakaian olahraga
Tetap menggunakan pakaian olahraga yang sudah basah oleh keringat dalam waktu yang lama dapat menimbulkan infeksi jamur. Hal ini dikarenakan oleh keringat dari pakaian olahraga yang mengenai vagina dan mengakibatkan munculnya jamur.

4. Menggunakan G-string
G-string itu celana dalam wanita yang tidak terdapat bagian penutup bokong dan biasanya hanya berbentuk segitiga kecil atau hanya sekedar tali. Menggunakan G-string memang seksi, namun tidak untuk dipakai setiap hari. Penggunaan G-string yang terlalu sering dapat menyebabkan munculnya iritasi pada kulit vagina yang sensitif. Hal ini juga membuat vagina terasa gatal.

5. Merokok
Berbagai penelitian telah menemukan fakta adanya hubungan erat antara kebiasaan merokok dengan bakteri vaginosis, merupakan suatu infeksi kronis. Merokok dapat mengganggu keseimbangan ekosistem vagina Anda.

6. Mencukur bulu kemaluan
Mencukur bulu kemaluan Anda setiap hari dapat mengakibatkan iritasi pada kulit vulva bahkan bagian dalam vagina. Hal ini juga memicu adanya bentol-bentol, biang keringat dan infeksi.

7. Jarang minum yogurt
Tidak mengonsumsi yoghurt dengan teratur dapat mengakibatkan infeksi jamur di sekitar vagina Anda. Hal ini dikarenakan pola makan tanpa yoghurt dapat mengurangi bakteri sehat pada daerah kewanitaan Anda.

No Responses

Write a response